Site Loader

Full
day school adalah sekolah sepanjang hari atau proses belajar mengajar yang
diberlakukan dari pagi hari sampai sore hari. Awal kemunculan sistem pendidikan
Full Day School (FDS) di negara kita sebenarnya ditandai dengan banyak hadirnya
sekolah-sekolah berlabel “Sekolah Unggulan”. Dahulu sekolah-sekolah
swasta dan sekolah-sekolah yang bernuansa Islam yang menjadi pioneer (pelopor)
dalam hadir dan munculnya sekolah-sekolah unggulan ini. Pada proses
selanjutnya, hal ini kemudian terus dikembangkan menjadi bentuk yang lebih
variatif dan akhirnya menjadi semacam “merk dagang”, diantara
pengembangan itu adalah salah satunya lahir istilah Full Day School (FDS).
“Dengan sistem full day school ini secara perlahan anak didik akan
terbangun karakternya dan tidak menjadi liar di luar sekolah ketika orangtua
mereka masih belum pulang dari kerja,” kata Mendikbud. Menurut Mendikbud,
kalau anak-anak tetap berada di sekolah, mereka bisa menyelesaikan tugas-tugas
sekolah sampai dijemput orangtuanya seusai jam kerja. Selain itu, anak-anak
bisa pulang bersama-sama orangtua mereka sehingga ketika berada di rumah mereka
tetap dalam pengawasan, khususnya oleh orangtua.Berdasarkan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy
yang memastikan, kebijakan Penguatan Pendidikan Karakter tetap akan diterapkan
mulai tahun ajaran baru 2017. Rencana penerapan sekolah delapan jam sehari
dalam lima hari sekolah telah menuai kritikan dari berbagai pihak. Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan memberi penjelasan soal awal mula ide ini dan rencana
penerapannya. “Intinya, sekolah delapan jam sehari itu bukan hanya diisi oleh
kegiatan di dalam kelas, melainkan juga meliputi kegiatan intrakurikuler dan
ekstrakurikuler. Asal muasal kebijakan ini berawal dari pencarian solusi agar
guru-guru tidak kerepotan mencari tambahan jam mengajar untuk memenuhi syarat
mendapatkan tunjangan profesi guru.” Pihak yang kontra berpandangan, kegiatan
Full Day School (FDS) akan siswa. Siswa berpotensi mengalami kebosanan atau
stress karena berada di sekolah sepanjang hari. Dalam hal kemasyarakatan, FDS dinilai
menjauhkan siswa dari lingkungan bermainnya atau bersosialisasi dengan
tetangganya. Hal ini dapat menimbulkan siswa merasa asing dengan lingkungan
tempat tinggalnya, merasa minder, tidak mau bergaul, dan tertutup terhadap
tetangganya walau di sekolah anak tersebut mungkin memiliki banyak teman.

 

Para pakar pendidikan yang kontra dengan kebijakan ini menilai, penerapan
FDS ini bentuk kekeliruan menyikapi pendidikan dan persekolahan. Seolah-olah
pendidikan identik persekolahan, padahal pendidikan maknanya jauh lebih luas.
Pendidikan tidak melulu harus duduk di kelas dan mendengarkan guru menerangkan
materi. Pendidikan bisa juga diraih dengan terlibat di tengah-tengah
masyarakat. Pendidikan yang tinggi dan status juara kelas yang disandang selama
menempuh pendidikan formal tidak menjadi jaminan bahwa seseorang akan sukses
ketika dihadapkan ke kehidupan nyata kelak. Ada sebuah pepatah yang mengatakan
bahwa pengalaman adalah guru terbaik adalah benar. Pengalaman membuat kita
belajar untuk terus memperbaiki diri dan mengembangkan potensi yang kita punya.
Banyak fakta menunjukkan, orang-orang sukses bukan hanya orang yang berprestasi
secara akademik yang baik di sekolah, tetapi yang memiliki soft skill yang
bagus.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Adapun kelemahan dan kekurangan penerapan Full Day School :

Ø 
Siswa cepat bosan dan malas dengan
lingkungan sekolah

Ø 
Siswa relatif cepat merasa stress
dengan berbagai tekanan yang ada di sistem FDS ini.

Ø 
Siswa tidak memiliki cukup waktu
untuk bersosialisasi, baik dengan keluarganya sendiri maupun dengan masyarakat
tempat tinggalnya.

 

III.             
Penutup

Kebijakan Full Day School sebenarnya sudah diterapkan
di beberapa sekolah swasta yang menerapkan sekolah lima hari kepada
siswa-siswinya. Namun ketika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Muhadjir Effendy menetapkan kebijakan tersebut ke seluruh sekolah di Indonesia,
banyak respon dari berbagai kalangan yang diberikan dari berbagai sumber. Bisa
disimpulkan bahwa ada yang pro dan kontra tentang kebijakan penerapan waktu
sekolah 8 jam sehari dalam 5 hari seminggu. Oleh karena itu, sebaiknya kita
menanggapi dengan bijak kebijakan Full Day School. Pemerintah dalam hal ini
Mendikbud pasti ingin melakukan yang terbaik bagi pendidikan bangsa ini karena
dari pendidikan suatu bangsa itu bisa maju.  

Post Author: admin

x

Hi!
I'm Myrtle!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out